semangat dan selalu optimis

Pages

Jumat, 13 Juni 2014

penerapan suku banyak


Penerapan Suku Banyak\
1. PENERBANGAN PESAWAT
Semakin maraknya jatuhnya pesawat di indonesia ini sebenarnya disebabkan oleh beberapa faktor yang mungkin bisa mempengaruhi terbangnya pesawat dan karena beberapa faktor itulah pesawat dapat jatuh. Beberapa faktor tersebut seperti kesalahan pilot, mesin pesawat, body yang tidak layak, cuaca, dan lain-lain. Dengan masalah seperti itu maka diperlukan inisiatif yaitu untuk menerapkan suku banyak sebagai faktor-faktor tersebut jika faktor itu kita beri nama suku x1, x2, x3, …., xn maka terdapat banyak suku dalam satu kesatuan. Oleh sebab itu maka penerapan suku banyak sangat diperlukan dalam penerbangan pesawat terbang

2. JARAK SEPEDA MOTOR
Saat kita berkendara dengan sepeda motor maka kita akan mengetahui kecepatan sepeda motor kita melalui jarum pada spedo. Tapi pernahkah kita berfikir jika kita memisalkan hubungan antara jarak yang ditempuh itu adalah x(t). Dan kita juga memisalkan waktu untuk menempuh itu adalah (t). Maka akan terjadi persamaan gerak sebuah sepeda motor itu dapat dinyatakan x(t) = 48t2 – 3t. Dalam hal ini, x(t) dalam meter dan dalam menit. Sehingga dengan persamaan tersebut kita dapat menerapkan suku banyak dalam menghitung misalnya jarak sepeda motor setelah 3 menit, 6 menit, maupun 1 jam ( 60 menit ).

penerapan limit fungsi


Penerapan limit fungsi
  •  teknik : menghitung tingkat kedetailan pembuatan suatu mesin dan sejenisnya.
  •    teknologi informasi : untuk mendeteksi atau menentukan areal kerusakan pada saluran air.
  •   ekonomi : untuk pencarian keuntungan
  •   masalah nyata : untuk mencari petakan sebuah tanah dan pembuatan tanggal kedaluarsa makanan.  


http://brainly.co.id/tugas/142555

Penerapan komposisi fungsi dan invers fungsi


PENERAPAN KOMPOSISI FUNGSI DAN INVERS

Teori komposisi fungsi dan invers mungkin hanya biasa kita lihat, dengar, atau bacadalam mata pelajaran matematika. Namun, jika kita kaji lebih dalam lagi, penerapan teorikomposisi fungsi dan invers dapat kita temukan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari,Berikut beberapa penerapan ilmu matematika tentang komposisi fungsi dan inversdalam kehidupan sehari-hari.

1. Proses pembuatan buku diproses melalui 2 tahap yaitu tahap editorial dilanjutkandengan tahap produksi. Pada tahap editorial, naskah diedit dan dilayout sehinggamenjadi file yang siap dicetak. Kemudian, file diolah pada tahap produksi untuk mencetaknya menjadi sebuah buku. Proses pembuatan buku ini menerapkan algoritmafungsi komposisi.

2. Untuk mendaur ulang logam, awalnya pecahan logam campuran dihancurkan menjadiserpihan kecil. Drum magnetic pada mesin penghancur menyisihkan logam magneticyang memuat unsure bes. Lalu sisa pecahan logam dikeruk dan dipisahkan, sedangkanserpihan besi dilebur menjadi baja baru. Proses pendaur ulang logam tersebutmenggunakan fungsi komposisi.

3. Sebuah lempeng emas yang dapat dibentuk menjadi berbagai perhiasan jugamenerapkan fungsi komposisi.

4. Di bidang ilmu yang lain fungsi komposisi dan inver juga di terapkan seperti:
    a.Di bidang ekonomi : digunakan untuk menghitung dan memperkirakan sesuatu seperti fungsi permintaan dan penawaran.
    b. Di bidang kimia : digunakan untuk menentukan waktu peluruhan unsur.
    c. Di bidang geografi dan sosiologi : digunakan untuk optimasi dalam industry dankepadatan penduduk.
    d. Dalam ilmu fisika sering digunakan persamaan fungsi kuadrat untuk menjelaskanfenomena gerak.

5. Dengan menggunakan komposisi warna, pada mesin cetak dapat dihasilkan warnabaru. Pembuatan warna tersebut menerapkan fungsi komposisi.
  
6. Ada berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari yang dapat diselesaikan denganmenggunakan fungsi komposisi seperti uraian berikut:
Harga jual p dari suatu komoditas ekspor hasil hutan dan jumlah terhual x,memenuhi persamaan
P = ¼ x + 150 dengan 0 ≤ x ≤1.000
 Misalkan biaya C dari produksi per unit adalah

Jika kita mempelajari dan memahami fungsi komposisi dengan baik, kita dapatmenentukan biaya C sebagai fungsi dan harga p ketika semua unit yang diproduksiterjual7.

7. Penerapan komposisi fungsi juga terdapat dalam permainan sepak bola seperti penyusunan pemain atau formasi pemain dalam tim.

 http://www.scribd.com/doc/131943605/Penerapan-Komposisi-Fungsi-Dan-Invers-Dalam-Kehidupan-Sehari-Hari

Selasa, 17 Desember 2013

materi peluang

Frekuensi Harapan 

 Yang dimaksud dengan frekuensi harapan dari suatu kejadian adalah banyaknya kejadian yang terjadi dikalikan dengan peluang kejadian tersebut. Sebagai contoh pada suatu percobaan A dilakukan sebanyak n kali, maka frekuensi harapan dari kejadian tersebut dapat ditulis :
Fh = n x P(A)
contoh :
Dilakukan percobaan pelemparan 3 buah mata uang logam  sekaligus  sebanyak 240 kali pelemparan, tentukan frekuensi harapan dari pelemparan tersebut munculnya 2 gambar dan 1 angka?
Jawab :
S = {AAA, AAG, AGA, GAA, AGG, GAG, GGA, GGG} ⇒ n(S) = 8
A = {AGG, GAG, GGA} ⇒ n(A) = 3
P(A)= n(A) / n(S) = 3/8
Fh(A)= n x P(A)
Fh(A)=240 x 3/8 =90 kali.

Peluang Komplemen Suatu Kejadian

Peluang Komplemen dari suatu kejadian A ditulis P(AC) dimana
P(A)+P(AC)=1
↔ P(AC)= 1 – P(A)
Contoh :
Dari pelemparan 3 buah mata uang logam yang dilakukan sekaligus, tentukan peluang munculnya paling sedikit 1 angka dari pelemparan uang logam tersebut?
Jawab :
Menggunakan cara biasa
S = {AAA, AAG, AGA, GAA, AGG, GAG, GGA, GGG}, sehingga  n(S) = 8
Kita misalkan kejadian munculnya paling sedikit satu angka yaitu A.
A = {AAA, AAG, AGA, GAA, AGG, GAG, GGA}, maka n(A) = 7
P(A) =n(A)/n(S) =7/8
Menggunakan cara komplemen
S = {AAA, AAG, AGA, GAA, AGG, GAG, GGA, GGG}, maka n(S) = 8
Disini juga kita misalkan kejadian munculnya paling sedikit satu angka yaitu A.
AC = {GGG}, maka n(AC) =1
P(AC) =  n(AC)/n(S) =1/8
P(A) = 1 – P(Ac) = 1 – 1/8 = 7/8

PELUANG KEJADIAN MAJEMUK
 
1. Peluang Gabungan Dua Kejadian
Jika diketahui A dan B merupakan dua kejadian yang berbeda sehingga peluang kejadian A ∪  B ditentukan menurut aturan :
P(A ∪ B) = P(A) + P(B) – P(A∩B)
contoh :
1. Jika terdapat sebuah dadu yang akan dilambungkan sekali, jika dimisalkan A adalah kejadain munculnya bilangan ganjil dan B adalah kejadian munculnya bilangan prima. Maka tentukanlah peluang munculnya bilangan prima atau bilangan ganjil!
Jawab :
borongan 2
S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}
A = bilangan ganjil yaitu {1, 3, 5} → P(A) = 3/6
B = bilangan prima yaitu {2, 3, 5} → P(B) =3/6
A∩B = {3, 5} → P{A∩B} = 2/6
P(A∪ B) = P(A) + P(B) – P(A∩B)
= 3/6 + 3/6  – 2/6 = 4/6 = 2/3
Maka peluang kejadian munculnya bilangan ganjil atau bilangan prima adalah 2/3
2.Jika kita mempunyai 1 set kartu bridge, selanjutnya akan kita ambil sebuah kartu dari 1 set kartu bridge tersebut. Tentukan peluang terambilnya kartu as atau kartu hati dari proses pengambilan kartu tersebut!
Jawab :
n(S) = 52 (banyaknya kartu dalam 1 set kartu bridge adalah 52)
A = kartu As, n(A) = 4 (Banyaknya kartu As dalam1 set kartu bridge 4)
P(A) =4/52
B = kartu Hati, n(B) = 13 (Banyaknya kartu Hati dalam1 set kartu bridge 13)
P(B) = 13/52
n(A∩B) = 1 (Banyaknya Kartu As dan  Hati dalam1 set kartu bridge 1)
P(A∩B) = 1/52
P(A∪ B) = P(A) + P(B) – P(A∩B) = 4/52 + 13/52 – 1/52 =16/52
Sehingga peluang kejadian terambilnya kartu As atau Hati  adalah 16/52

2.  Peluang Kejadian Saling Lepas / Kejadian Saling Asing
Jika terdapat dua kejadian A dan B, kedua kejadian ini dikatakan saling lepas jika kedua kejadian tersebut tidak mungkin terjadi bersama-sama. Hal ini berarti A∩B = 0  atau P(A∩B) = 0. Maka dalam  menghitung peluang kejadian saling asing ini kita dapat gunakan aturan :
karena P (A∪ B) = P(A) + P(B) – P(A∩B) = P(A) + P(B) – 0
maka   P (A∪ B) = P(A) + P(B)

contoh :
Jika terdapat sebuah dadu dan akan kita lambungkan sekali, misalnya  A merupakan kejadian munculnya bilangan ganjil dan B merupakan kejadian munculnya bilangan genap. Tentukan peluang kejadian dari munculnya bilangan ganjil atau bilangan genap?
Jawab :
borongan 3
S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}
A = bilangan ganjil yaitu {1, 3, 5} → P(A) = 3/6
B = bilangan genap yaitu {2, 4, 6} → P(B) =3/6
A∩B = {} → P(A∩B) = 0 (A dan B kejadian saling lepas)
P(A∪ B) = P(A) + P(B)
= 3/6 + 3/6 = 1
Maka peluang kejadian munculnya bilangan ganjil atau bilangan genap adalah 1

3. Peluang Kejadian Saling Bebas
Jika terdapat dua kejadian A dan B, dua kejadian ini dikatakan saling bebas jika terjadinya kejadian A tidak mempengaruhi terjadinya kejadian B  begitu juga sebaliknya. Atau terjadi atau tidaknya kejadian A tidak tergantung terjadi atau tidaknya kejadian B, begitu juga sebaliknya. Hal ini seperti digambarkan pada peristiwa pelemparan dua buah dadu sekaligus. Misalkan A merupakan kejadian munculnya dadu pertama angka 5 dan B merupakan kejadian munculnya dadu kedua angka 3. Sehingga kejadian A dan kejadian B merupakan dua kejadian yang saling bebas, yang dirumuskan sebagai berikut :
P(A∩B) = P(A) × P(B)
Perhatikan contoh berikut :
1. Diketahui terdapat dua buah dadu yang akan dilempar secara bersamaan, dari pelemparan tersebut tentukan peluang munculnya mata dadu 3 untuk dadu pertama dan mata dadu 5 untuk dadu kedua?
jawab :
Kejadian pada soal ini merupakan dua kejadian saling bebas, hal ini disebabkan karena munculnya mata dadu 3 pada dadu pertama tidak terpengaruh kejadian munculnya mata dadu 5 pada dadu kedua.
S = {(1, 1), (1, 2), (1, 3), ….., (6, 6)} → n(S) = 36
Misalkan  kejadian munculnya mata dadu 3 pada dadu pertama adalah A, sehingga:
A = {(3, 1), (3, 2), (3, 3), (3, 4), (3, 5), (3, 6)} → n(A) = 6  P(A) = 6/36 = 1/6
Misalkan  kejadian munculnya mata dadu 5 pada dadu kedua adalah B, sehingga:
B = {(1, 5), (2, 5), (3, 5), (4, 5), (5, 5), (6, 5)} → n(B) = 6  P(B) = 6/36 = 1/6
P(A∩B) = P(A) × P(B) = 1/6  × 1/6  = 1/36
Sehingga  peluang munculnya mata dadu 3 pada dadu pertama dan mata dadu 5
pada dadu kedua adalah  1/36
2. Terdapat dua buah kotak, Kotak A berisi 5 bola merah dan 3 bola kuning sedangkan Kotak B berisi 5 bola merah dan 2 bola kuning. Jika akan diambil sebuah bola secara acak pada masing-masing kotak tersebut. Tentukan peluang terambilnya bola merah dari kotak A dan terambilnya bola kuning dari kotak B!

Jawab :
Kotak A
n(S) = 8C1 = 8!/(1!(8-1)!) = 8!/7!  =8.7!/7!=  8
Dimisalkan kejadian terambilnya bola merah dari kotak A adalah A, sehingga :
n(A) = 5C1 = 5!/(1!(5-1)!)= 5!/4! = 5,    P(A) = n(A)/n(S) = 5/8
Kotak B
n(S) = 7C1 = 7!/(1!(7-1)!)  = 7!/6!  =   7
Dimisalkan kejadian terambilnya bola kuning dari kotak B adalah B, sehingga :
n(B) = 2C1 = 2!/(1!(2-1)!) =2!/1!= 2,    P(B) = n(B)/n(S)= 2/7
Jadi P(A∩B) = P(A) × P(B) = 5/8  × 2/7 = 5/28

PELUANG KEJADIAN BERSYARAT
Jika diketahui dua buah kejadian A dan B, dua kejadian ini dikatakan kejadian bersyarat/kejadian yang saling bergantung  jika terjadi atau tidak terjadinya kejadian A akan mempengaruhi terjadi atau tidak terjadinya kejadian B. Sehingga untuk peluang terjadinya kejadian A dengan syarat kejadian B telah terjadi dapat dihitung menggunakan rumus :
P(A/B) =    P(A∩B)/P(B) dimana  P(B) ≠ 0
sedangkan peluang terjadinya kejadian B dengan syarat kejadian A telah terjadi dapat dihitung menggunakan rumus :
P(B/A) =    P(A∩B)/P(A) dimana P(A) ≠ 0
contoh :
Terdapat sebuah kotak berisi 5 bola merah dan 3 bola kuning. Jika akan diambil sebuah bola secara acak berturut-turut sebanyak dua kali tanpa pengembalian . Tentukan peluang terambilnya keduanya bola merah!
Penyelesaian:
Misalkan kejadian terambilnya bola merah pada pengambilan pertama adalah A, sehingga :
P(A) = n(A)/n(S)= 5/8
Misalkan  kejadian terambilnya bola merah pada pengambilan kedua adalah B, sehingga :
P(B/A) = n(B/A)/n(S) = 4/7
P(A∩B) = P(A) × P(B/A) =  5/8  × 4/7 =5/14

Kamis, 21 November 2013

sahabat

Sahabat
kau adalah sahabatku
teman pelipur laraku
denganmu aku berbagi
cerita indah
cerita tentang kegagalanku dan denganmu pula aku tuangkan masalahku

sahabat..........
saat kau sedih aku menangis
saat kau terluka hatiku tercabik
saat kau gundah aku selalu resah

sahabat.........
dimana jangan kau anggap aku orang laen
aku adalh dirimu
aku adalah saudaramu
aku siap korbankan jiwaku agar
kekal persahatan kita,,,,,,,

Senin, 07 Oktober 2013

catatan

Mungkin aku tidak bisa menjadi cantik fisik seperti apa yang kamu mau. Tetapi aku mempunyai kecantikan lain yang tidak aku tunjukan

Jumat, 04 Oktober 2013

Nasehat

“Masalah terbesar pada wanita adalah sering mengingat terlalu banyak, sedangkan masalah terbesar pada pria adalah melupakan dengan cepat.”
“Kesuksesan akan diraih dari hasil kerja keras kita bukan hanya dari doa yang kita panjatkan.”
“Jadilan seperti yang kau inginkan, sebab kau hanya memiliki satu kehidupan dan kesempatan untuk melakukan hal yang kau inginkan.”
“Kehilangan mengajarkan kita suatu pelajaran, bahwa akan adanya pertemuan yang baru.”
“Tuhan akan memuliakan mereka yang mau bekerja keras dan bersungguh-sungguh.”
“Kau bisa terluka dan menangis, namun Tuhan tidak pernah membuatmu untuk lupa caranya tertawa.”
“Perbedaan gila dengan jenius: orang gila tak bisa membuktikan teorinya, orang jenius bisa. Jika mereka berkata kau gila, bungkam dengan pembuktian.”
“Cara bijak untuk menghukum seseorang yang telah berbuat salah kepada kita adalah dengan berbuat baik kepadanya.”
“Hidup bukanlah hanya tetang siapa yang berbuat baik kepadamu, namun tentang siapa yang tetap setiap di belakangmu.”
“Jangan berharap orang lain bisa menghargaimu, jika kau sendiri tidak bisa menghargai diri sendiri.”
“Jangan merubah hidupmu hanya karena pendapat orang lain, mereka akan bahagia tapi kamu akan tersiksa.”
“Apa yang terlihat indah tidak selalu baik, tetapi yang baik akan selalu terlihat indah.”
“Jika harus kalah, jadilah pecundang yang terhorman bukan kalah sebelum berjuang.”
“Terkadang bukan kenangan buruklah yang membuat kita sedih, melainkan kenangan indah yang tidak akan terulang kembali.”
“Karya seni terbaik biasanya berasal dari pergerakan bawah tanah. Bukankah hasil tambang terbaikpun ada dibawah tanah, bukan di permukaan.”
“Sahabat tidak akan menusukmu dari belakang, tapi dia yang akan menamparmu dari depan saat kamu melakukan kesalahan.”
“Kesuksesan itu harus butuh perjuangan, bukan hanya dapat di impikan.”
“Sebuah kejujuran adalah perhiasan jiwa yang lebih bercahaya dibandingkan dengan berlian.”